IMPLEMENTASI STANDAR PROSES PENDIDIKAN DALAM PRAKSIS PERSEKOLAHAN


Tugas Individu

MK. Strategi Pembelajaran



IMPLEMENTASI STANDAR PROSES PENDIDIKAN DALAM PRAKSIS PERSEKOLAHAN



O L E H :


MUHAMMAD TASBILLAH

102514015

S 1



JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2012



BAB I


PENDAHULUAN



A.  Latar Belakang

Dalam kegiatan belajar mengajar tentu dibutuhkan standar kegiatan pembelajaran, terutama bagi pendidikan dasar dan menengah. Standar-standar tersebut digunakan sebagai penentu pelaksanaan pembelajaran. Implementasi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 

Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (PP No. 19 Tahun 2005 Bab I Pasal 1 butir 1).

Dalam rangka pembaharuan sistem pendidikan nasional tersebut telah ditetapkan visi, misi dan strategi pembangunan pendidikan nasional. Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

Terkait dengan visi tersebut telah ditetapkan serangkaian prinsip penyelenggaraan pendidikan untuk dijadikan landasan dalam pelaksanaan reformasi pendidikan. Salah satu prinsip tersebut adalah pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Dalam proses tersebut diperlukan guru yang memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Implikasi dari prinsip ini adalah pergeseran paradigma proses pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien.

Mengingat kebhinekaan budaya, keragaman latar belakang dan karakteristik peserta didik, serta tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu, proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran harus fleksibel, bervariasi, dan memenuhi standar. Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang harus dikembangkan adalah standar proses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar proses ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada jalur formal, baik pada sistem paket maupun pada sistem kredit semester.

Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien sebagai bentuk implemetasi permediknas nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses pedidikan.

















BAB II

PEMBAHASAN



I.    KONSEP STANDAR PROSES PENDIDIKAN DALAM PRAKSIS PERSEKOLAHAN

A.  Pengertian

Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang harus dikembangkan adalah standar proses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Atau standar proses pendidikan dapat diartikan sebagai suatu bentuk teknis yang merupakan acuan atau kriteria yang dibuat secara terencana atau didesain dalam pelaksanaan pembelajaran.

Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Standar proses (sesuai dengan tuntutan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007) dikembangkan guru mengacu pada silabus dan RPP (tuntutan PP 19 Tahun 2005) esensinya terletak pada kegiatan pembelajaran yang terurai dalam langkahlangkah; Acuan pengembangan langkah-langkah tidak bisa terlepas dari metode pembelajaran.

Standar proses ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada jalur formal, baik pada sistem paket maupun pada sistem kredit semester. Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.



B.  Dasar Hukum

Dasar hukum yang mengatur standar proses pendidikan terdapat dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Selain itu, dasar hukum yang lain yang memuat peraturan tentang standar proses pendidikan antara lain sebagai berikut:

-   PP No 19 tahun 2005 :  Standar Nasional Pendidikan Bab III pasal 19 s/d 24

-   Permen Nomor 1 Tahun 2008 : Standar Proses Pendidikan Khusus

-   Permen Nomor 3 Tahun 2008 : Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Program Paket A, Paket B, dan Paket C


 C. Fungsi Standar Proses Pendidikkan

              secara umum, standar proses pendidikan (SPP) sebagai standar minimal yang harus dilakukan memilikifungsi sebagai pengendali proses pendidikan untuk memperoleh kulitas dan proses pembelajaran

1.    Fungsi standar proses dalam rangka mencapai standar kompetensi yang harus dicapai

2.    Fungsi standar proses bagi guru

3.    Fungsi SPP bagi kepala sekolah

4.    Fungsi SPP bagi para pengawas (supervisor)

5.    Fungsi SPP bagi dewan sekolah dan dewan pendidikan 


II.   IMPLEMENTASI STANDAR PROSES DALAM PEMBELAJARAN DISEKOLAH


A.  Perencanaan Proses Pembelajaran

           Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.

a.   Silabus

Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta panduan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pelaksanaannya,pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan. Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP, dan dinas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SMA dan SMK, serta departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK.



b.   Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD . Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.


c.   Prinsip-prinsip Penyusunan RPP

1.   Memperhatikan perbedaan individu peserta didik

     Dalam penyusunan RPP kita perlu memperhatikan hal-hal seperti jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

2.   Mendorong partisipasi aktif peserta didik

               Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.

3.   Mengembangkan budaya membaca dan menulis

     Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.

4.   Memberikan umpan balik dan tindak lanjut

RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.

5.   Keterkaitan dan keterpaduan

               RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

6.   Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi

               RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.




B. Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran

1. Rombongan belajar

Jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar adalah:

a. SD/MI : 28 peserta didik

b. SMP/MT : 32 peserta didik

c. SMA/MA : 32 peserta didik

d. SMK/MAK : 32 peserta didik

2. Beban kerja minimal guru

a. Beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran,   melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih  peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan;

b.  Beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas adalah sekurang  kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.

3. Buku teks pelajaran

a. Buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah dipilih melalui    rapat guru dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah dari buku-buku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Menteri;

b. Rasio buku teks pelajaran untuk peserta didik adalah 1 : 1 per mata pelajaran;

c. Selain buku teks pelajaran, guru menggunakan buku panduan guru, buku pengayaan, buku referensi dan sumber belajar lainnya;

d. Guru membiasakan peserta didik menggunakan buku-buku dan sumber belajar lain  yang ada di perpustakaan sekolah/madrasah.


4. Pengelolaan kelas

a.   Guru mengatur tempat duduk sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata      pelajaran, serta aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan;

b.   Volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus dapat didengar    dengan baik oleh peserta didik;

c.   Tutur kata guru santun dan dapat dimengerti oleh peserta didik;

d.   Guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar  peserta didik;

e.   Guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, keselamatan, dan  kepatuhan pada peraturan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran;

f.    Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar  peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung;

g.   Guru menghargai peserta didik tanpa memandang latar belakang agama, suku, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi;

h.   Guru menghargai pendapat peserta didik;

i.    Guru memakai pakaian yang sopan, bersih, dan rapi;

j.    Pada tiap awal semester, guru menyampaikan silabus mata pelajaran yang  diampunya; dan

k.   Guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang  dijadwalkan.


C.  Komponen-komponen

·      Perencanaan proses pembelajaran

Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.

·      Pelaksanaan proses pembelajaran

Pelaksanaan proses pembelajaran harus memperhatikan rombongan belajar maksimal, beban kerja minimal guru, buku pelajaran, dan pengelolaan kelas.

·      Penilaian hasil pembelajaran

Penilaian dilakukan oleh pendidik terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dalam bentuk tertulis atau lisan, dan nontes dalam bentuk pengamatan kerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofolio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran.

·      Pengawasan proses pembelajaran

Pengawasan dilakukan dengan cara, yaitu pemantauan, supervise, evaluasi, dan pelaporan

D. Pelaksanaan Pembelajaran

     Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran

meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

1. Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:

a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;

b. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan

materi yang akan dipelajari;

c. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;

d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

2. Kegiatan Inti

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

a. Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

1.    melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;

2.    menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;

3.    memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;

4.    melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan

5.    memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.




b. Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

1.    membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;

2.    memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;

3.    memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;

4.    memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;

5.    memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;

6.    memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;

7.    memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;

8.    memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;

9.    memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

c. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

1.    memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,

2.    memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,

3.    memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,

4.    memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:

a)    berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;

b)    membantu menyelesaikan masalah;

c)    memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;

d)    memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

e)    memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

3. Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

a.    Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;

b.    Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;

c.    Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

d.    Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

e.    Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.


D. penilaian hasil pembelajaran (evaluasi)

Penilaian merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran.

Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofolio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok.

Sebagai contoh, pada penilaian dalam KTSP adalah penilaian berbasis kompetensi, yaitu bagian dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran dan/atau pada akhir pembelajaran. Fokus penilaian pendidikan adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi yang ditentukan. Pada tingkat mata pelajaran, kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Dasar (KD). Untuk tingkat satuan pendidikan, kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Penilaian yang dilakukan harus memiliki asas keadilan yang tinggi. Maksudnya, peserta didik diperlakukan sama sehingga tidak merugikan salah satu atau sekelompok peserta didik yang dinilai. Selain itu, penilaian tidak membedakan latar belakang sosial-ekonomi, budaya, bahasa, jender, dan agama. Penilaian juga merupakan bagian dari proses pendidikan yang dapat memacu dan memotivasi peserta didik untuk lebih berprestasi meraih tingkat yang setinggi-tingginya sesuai dengan kemampuannya.

Ditinjau dari sudut profesionalisme tugas kependidikan, kegiatan penilaian merupakan salah satu ciri yang melekat pada pendidik profesional. Seorang pendidik profesional selalu menginginkan umpan balik atas proses pembelajaran yang dilakukannya. Hal tersebut dilakukan karena salah satu indikator keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh tingkat keberhasilan yang dicapai peserta didik. Dengan demikian, hasil penilaian dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran dan umpan balik bagi pendidik untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang dilakukan.


E.Pengawasan

Pengawasan terdiri dari pemantuan, supervisi, evaluasi,pelaporan dan tidak lanjut. Pemantauan adalah kegiatan pengamatan di lapangan. Sedangkan supervsisi dapat berbentuk pemberian contoh, sedangkan Evaluasi dan pelaporan merupakan tindakan Pembadingan antara proses yang teramati dengan standar yang seharunya lalu hasilnya di laporkan pada yang berkepentingan untuk selanjutnya di beri solusi untuk masalah yang ditemukan.misal dengan pelatihan dan lainnya.















BAB III

PENUTUP

A.     Kesimpulan

1.   Standarproses merupakan standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan

2.   Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia

3.   Implementasi standar proses pendidikan di sekolah meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian terhadap proses pembelajaran dan pengawasan.


B.     Saran

1.   Hendaknya seorang guru harus melaksanakan standar proses pembelajaran agar hasil pembelajaran lebih maksimal.

2.   Setiap guru harus memahami standar proses pendidikan dalam melaksanakan proses pembelajaran.


















DAFTAR PUSTAKA


Blognyadea. 2010. Standar Proses Pendidikan. http://blognyadea.wordpress.com /2010/05/15/standar-proses-pendidikan/. Diakses pada tanggal 19 Desember 2012

Darmawang dkk. 2008. Strategi Pembelajaran Kejuruan. Makassar. Badan Penerbit UNM

                                                  

Luthfi. 2012. Standar Proses Pembelajaran. http://arsip-mu.blogspot.com/2012/03/standar-proses-pembelajaran.html. diakses pada tanggal 19 Desember 2012

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional


Rastodio. 2012. Standar Proses Pendidikan. http://rastodio.com/pendidikan/ standar-proses-pendidikan.html. diakses pada tanggal 19 Desember 2012

Sapto Haryoko. Prof.,Dr. 2009. Strategi Pembelajaran mengacu pada Standar Proses. Makassar


Suryapuspita. 2012. Standar Proses Pendidikan dan Guru dalam Pencapaian Standar Proses Pendidikan. http://suryapuspita.wordpress.com /2012/03/19/standar-proses-pendidikan-dan-guru-dalam-pencapaian-standar-proses-pendidikan/. Diakses pada tanggal 19 Desember 2012

Usman. 2011. Penilaian hasil belajar siswa. http://usmanbio. wordpress.com/2011/10/06/penilaian-hasil-belajar-siswa/. Diakses pada tanggal 19 Desember 2012

Wina Sanjaya. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi standar Proses pendidikan. Jakarta. Preanada Media group.


Yunifitriyah. 2012. Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. http://blog.unsri.ac.id/yunifitriyah/basis-and-process-of-learning-mathematics/standar-proses-untuk-satuan-pendidikan-dasar-dan-menengah/ mrdetail/17776. diakses pada tanggal 19 desember 2012


dapurilmu.files.wordpress.com/…/makalah-standar-proses-dan-isi.doc

litbang.kemdikbud.go.id/…/Nomor%201%20Tahun%202008.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s